2. Semasa kecilnya, Bruce dibesarkan di lingkungan militer di Jerman.
3. Pada tahun 1957, Bruce beserta keluarganya pindah ke New Jersey setelah Ayahnya diberhentikan dari ketentaraan. Ayahnya kemudian beralih profesi menjadi tukang las dan pekerja pabrik.
4. Semasa muda, Bruce pernah dipanggil dengan julukan Buck-Buck dan memiliki kebiasaan gagap.
5. Bruce Willis berhasilannya terpilih sebagai ketua siswa dan dia berhasil mendapatkan peran penting di drama sekolah. Bahkan kegemarannya berakting di atas panggung justru membantunya menyembuhkan penyakit gagapnya tersebut. Sejak saat itu, Bruce pun semakin serius ingin mendalami dunia akting.
6. Ketika orang tuanya bercerai. Sebagai anak pertama, Bruce harus membantu membiayai kehidupan keluarganya. Lulus SMU di Penns Grove High School, Bruce tak melanjutkan ke bangku kuliah melainkan justru bekerja sebagai penjaga keamanan di Salem Nuclear Power Plant. Masa remaja Bruce akhirnya lebih banyak dihabiskan dengan bergonta-ganti pekerjaan seperti menjadi kru transportasi perusahaan kimia DuPont, pelayan bar dan pengawal pribadi.
7. Bercita-citanya menjadi aktor. Mewujudkan niatnya itu, Bruce sempat menjalani kursus drama di Montclair State University. Tak lama kemudian, dia pindah ke New York untuk mengejar impiannya. Sambil bekerja sebagai karyawan di kafe yang kerap didatangi para selebriti, West Bank Cafe, New York, Bruce pun mulai berambisi mengejar kesempatan untuk mendapat tawaran berakting.
5. Bruce Willis berhasilannya terpilih sebagai ketua siswa dan dia berhasil mendapatkan peran penting di drama sekolah. Bahkan kegemarannya berakting di atas panggung justru membantunya menyembuhkan penyakit gagapnya tersebut. Sejak saat itu, Bruce pun semakin serius ingin mendalami dunia akting.
6. Ketika orang tuanya bercerai. Sebagai anak pertama, Bruce harus membantu membiayai kehidupan keluarganya. Lulus SMU di Penns Grove High School, Bruce tak melanjutkan ke bangku kuliah melainkan justru bekerja sebagai penjaga keamanan di Salem Nuclear Power Plant. Masa remaja Bruce akhirnya lebih banyak dihabiskan dengan bergonta-ganti pekerjaan seperti menjadi kru transportasi perusahaan kimia DuPont, pelayan bar dan pengawal pribadi.
7. Bercita-citanya menjadi aktor. Mewujudkan niatnya itu, Bruce sempat menjalani kursus drama di Montclair State University. Tak lama kemudian, dia pindah ke New York untuk mengejar impiannya. Sambil bekerja sebagai karyawan di kafe yang kerap didatangi para selebriti, West Bank Cafe, New York, Bruce pun mulai berambisi mengejar kesempatan untuk mendapat tawaran berakting.

hit me with a comment!
Write comments